Senin, 19 April 2010

6 Kesalahan Fatal Facebooker

Menurut survey, 30% perusahaan menggunakan Facebook untuk menilai calon pegawainya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account Anda. Hindari 6 kesalahan fatal di bawah ini.

1. Foto profil yang kurang "sopan"
Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan Anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh calon atasan, imej profesional Anda akan langsung runtuh.

2. Mengeluh tentang pekerjaan
Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika Anda melakukannya di forum publik, lain lagi ceritanya.

3. Menulis sesuatu yang bertentangan dengan isi CV
Anda menulis 1984 sebagai tahun lahir Anda di dalam CV. Tapi di Facebook, tahun lahir Anda 1979. Sekecil apapun perbedaan data diri tersebut, Anda beresiko dicap tidak jujur. Minimal ceroboh dan tidak teliti.

4. Menulis status "mengadu"
Hati-hati saat menulis status seperti, "Tommy nggak masuk hari ini karena "sakit", padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk." Bukan hanya nama baik teman Anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas Anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

5. Tidak menggunakan fasilitas Privacy Setting
Kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dsb. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

6. Pencemaran nama baik
Anda sudah menjaga halaman Facebook Anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto Anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag Anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook Anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan.

Ditemukannya Dinosaurus Lapis Baja


Sepasang suami istri paleontolog telah menemukan spesies baru dinosaurus yang hidup 112 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Montana. Uniknya, dinosaurus tersebut memiliki lapisan keras di kulitnya sehingga mirip kendaraan lapis baja.

Keduanya, Bill dan Kris Parsons, dari Buffalo Museum of Science, New York, menemukan tengkorak dino tersebut di lereng bukit di Montana tahun 1997. Mereka kemudian meneruskan pencarian dan penggalian hingga terkumpul fosil yang hampir lengkap, termasuk tengkorak dengan lapisan pelindungnya, potongan rusuk, tulang belakang, dan tulang kaki.

Hewan yang kemudian dinamai Tatankacephalus cooneyorum adalah sejenis ankylosaurus, dinosaurus pemakan tanaman yang tubuhnya ditutupi lapisan tulang. Lapisan itu mungkin berwarna, dan bahannya serupa kerapak kura-kura atau paruh burung.

"Mereka adalah dinosaurus besar yang berjalan dengan empat kaki dan berpelindung seperti tank Sherman," kata Bill Parsons tentang hewan yang panjangnya mencapai 4,5 hingga 6 meter itu.

Selain berlapis baja, dinosaurus ini dilengkapi juga dengan dua pasang tanduk lancip, satu di pipinya dan satu pasang lagi di sekitar matanya. Ia memiliki dua lapisan tebal di belakang kepala dan bagian yang keras di sekitar hidung.

Bill Parsons yakin, semasa hidupnya, T cooneyorum ditutupi ratusan atau ribuan keping lapisan keras, memiliki sirip keras di punggung, dan duri di bagian ekornya, serupa dengan ankylosaurus.

Untuk menghindari pemangsa, ankylosaurus mungkin merundukkan tubuhnya di tanah dan menarik kepalanya, sementara tanduk di kepalanya melindungi dari gigitan ke arah leher.

Adapun jenis yang ditemukan ini diduga merupakan jenis yang muncul setelah ankylosaurus yang lebih primitif dan ankylosaurus yang hadir kemudian dengan tanduk lebih besar dan bagian hidung lebih lengkung.

 sumber: http://sains.kompas.com/read/2009/10/31/14363412/Dinosaurus.Lapis.Baja.Ditemukan

Ditemukan, Jaring Laba-laba Tertua


Jaring halus laba-laba yang dibuat sekitar 140 juta tahun lalu ditemukan terawetkan dalam batu ambar. Jaring yang ditemukan di Sussex, Inggris, itu terawetkan saat getah damar menggenanginya sebelum mengeras dan membatu. Dalam batu yang sama ditemukan juga sisa tanaman, kotoran serangga, dan mikroba purba.

"Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami," ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10).

Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk simpul yang disambung menggunakan cairan lengket, menunjukkan bahwa jaring tersebut dibuat oleh laba-laba yang berkerabat dengan laba-laba kebun modern.

"Laba-laba ini juga meletakkan cairan lengket di sepanjang jaringnya untuk memerangkap mangsa mereka," kata Brasier. "Sisa-sisa cairan lengket itu ikut terawetkan dalam batu ambar.

Analisis mengenai jaring tersebut juga memberi petunjuk tentang makanan laba-laba. Saya kira, berdasar bentuk jaringnya, hewan ini memangsa serangga terbang, seperti lalat dan nenek moyang lebah, tawon, serta kumbang," kata Brasier.

Tahun 2006, para peneliti menemukan jaring laba-laba yang juga terawetkan dalam batu ambar. Usianya sekitar 136 juta tahun.


sumber:  http://sains.kompas.com/read/2009/10/31/10261026/Ditemukan..Jaring.Laba.laba.Tertua

11 Spesies Baru Biota Laut


Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam Indonesia (LIPI), Suharsono, di Jakarta, Senin (19/4/2010), memperkenalkan 11 nama spesies biota laut baru yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kepala Burung Papua Barat. 

Kesebelas spesies baru tersebut adalah Hemiscyllium galei, atau hiu berjalan yang tampak seperti hiu kecil dengan warna bentol-bentol seperti tokek yang berjalan di dasar lautan. Ikan tersebut ditemukan oleh peneliti Australia, Allen dan Unmack pada 2008 dan namanya diambil dari nama Jeffrey Gale. 
Hemiscyllium henryi, sejenis hiu berjalan yang mirip dengan Hemiscyllium galei namun berbeda bentuk corak dan warnanya dengan H.galei. Hiu berjalan tersebut ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Wolcott Henry. 
Melanotaenia synergos yang ditemukan Allen dan Unmarck pada 2008 yang namanya diambil dari nama Synergos Institute. Corythoichthys benedetto, sejenis kuda laut yang tampak seperti buaya yang sangat ramping. Ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama mantan perdana menteri Italia, Benedetto Craxi. 
Pterois andover yang sejenis pterois berwarna merah yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Sindhuchajana Sulistyo. Pseudanthias charlenae, ikan kecil berwarna merah muda cerah yang namanya diambil dari nama Pangeran Monaco, Albert II.
Pictichromus caitlinae sejenis ikan kecil berwarna cerah yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Caitlin Elizabeth Samuel, sebagai hadiah ulang tahun Caitlin dari orangtuanya, Kim Samuel Johnson. 
Pseudochromus jace ikan kecil unik yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya merupakan singkatan dari nama Jonathan, Alex, Charlie, dan Emily, yang merupakan keempat anak Lisa dan Michael Anderson. 
Chrysiptera giti, ikan kecil yang tampak berduri ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama perusahaan yang dimiliki Enki Tan dan Cherie Nursalim, yakni perusahaan GITI.
Paracheilinus nursalim, yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Sjamsul dan Itjih Nursalim.

Pterocaesio monikae diambil dari nama Lady Monica Bacardi

Kesebelas nama spesies tersebut diberikan oleh para pemenang lelang dalam pelelangan "Blue Auction" yang digelar di Monaco. Disampaikan Suharsono, hasil lelang tersebut akan digunakan untuk memajukan ilmu penamaan spesies atau taksonomi di Indonesia. Penemuan spesies baru tersebut merupakan kerjasama LIPI dengan Conservation Internasional.
  
11 spesies baru yang ditemukan di Raja Ampat (dari atas, kiri ke kanan) masing-masing Pterois andover, Pterocaesio monikae, Pseudochromis jace, Pseudanthias charlenae, Pictichromus caitlinae, Melanotaenia synergos, Chrysiptera giti, Paracheilinus nursalim, Hemiscyllium galei, Corythoichthys benedetto, dan Hemiscyllium henryi.

sumber: http://sains.kompas.com/read/2010/04/19/13540514/Inilah.11.Spesies.Baru.Biota.Laut.

Ditemukannya Megalit Mirip Orang Salat di Kota Pagaralam

Pagaralam, Sumsel (ANTARA News) - Batu megalit berupa seorang laki-laki seperti sedang salat, ditemukan di areal persawahan Dusun Selibar, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Minggu.

"Batu megalit yang berukuran tinggi sekitar 30 cm, dengan lebar 40 cm, dengan lokasi ditemukan berjarak 1 km dari Dusun Selibar dan berada di tengah sawah dengan kondisi sebagian sudah tertimbun tanah," kata Wimsi, warga setempat.

Ia mengatakan, patung batu itu berbentuk seorang laki-laki duduk seperti sedang melakukan shalat dengan mengarah posisi mukanya ke puncak Gunung Dempo dan matahari terbenam.

"Saat ditemukan, kondisi permukaan batu sudah banyak tertimbun tanah, dan hanya sebagian kecil saja masih terlihat," katanya

Wimsi mengatakan, batu itu hanya beberapa cm saja muncul ke permukaan tanah, tapi guratan wajah dan bagian kepala masih dapat terlihat dengan jelas.

"Kami mengetahui jika batu ini merupakan peninggalan nenek moyang, kebetulan waktu itu ada seseorang bermimpi menceritakan ada kekuatan pada batu tersebut. Namun baru berencana akan mengambilnya, seseorang tersebut sudah jatuh sakit hingga hampir meninggal dunia. Setelah kejadian itulah, warga Dusun Selibar termasuk pemilik sawah tidak berani mengganggu batu tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, warga sekitar tempat ini mengatakan batu manusia sedang salat selain terlihat seperti orang sedang duduk tahiyat, Arahnya juga ke kiblat.

Konon, lanjut Wimpi, orang yang mau memindahkannya langsung sakit,

Ketua Tim Balai Arkeologi Palembang, Sumsel, Kristantina Indriastuti, didampingi petugas kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi dengan wilayah kerja Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai, mengatakan sebetulnya walaupun warga setempat mengatakan mirip orang sedang salat, batu itu merupakan arca menhir yang sudah berumur sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi (SM).

"Kami sudah melihat mulai dari bentuk dan kondisinya memang arca menhir, jadi bukan patung orang salat seperti yang dikatakan warga setempat. Apalagi pada waktu itu kehidupannya masih belum mengenal agama seperti sekarang, sehingga tidak mungkin menggambarkan seseorang sedang salat, kemudian di sekitar lokasi juga terdapat tetralith dan tempat persembahan," kata dia pula.



sumber: http://www.antaranews.com/berita/1271583170/warga-temukan-megalit-mirip-orang-salat

Sabtu, 10 April 2010

Bir Unik Dari Luar Angkasa




Perusahaan Jepang Sapporo Breweries menawarkan bir unik. Bir Space Barley itu menggunakan gandum yang tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Space barley yang digunakan untuk membuat bir ini adalah generasi keempat dan disimpan di ruang angkasa selama

lima bulan pada 2006.





Proyek itu sebagai bagian dari penelitian kolaboratif dengan Rusia Academy of Sciences dan Okayama universitas dengan tujuan untuk mencapai swasembada pangan di ruang angkasa.





Sapporo hanya menyediakan 250 kotak, masing-masing dengan enam botol 330ml. Bir itu dijual US$ 113 masing-masing, namun harus ikut lotre di halaman Barley Space untuk mendapatkannya.



 sumber :http://keunikan-dunia.blogspot.com/2010/04/jepang-tawarkan-bir-unik-dari-luar.html

Jumat, 09 April 2010

Asteroid Gelap Mengancam Bumi


Sebuah teleskop inframerah telah menemukan beberapa asteroid amat gelap yang beredar di sekitar orbit Bumi tanpa terlihat. Kegelapan dan bidang orbit yang miring membuat benda-benda angkasa itu terlewat dalam pencarian obyek yang mungkin menghantam Bumi.

Obyek-obyek gelap itu baru terlihat setelah dicari menggunakan teleskop NASA yang bernama Wide-Field Infrared Survey Explorer (WISE). Teleskop yang diluncurkan 14 Desember lalu itu difungsikan untuk memetakan langit dalam cahaya inframerah.

Nah dalam pengamatan selama enam minggu menggunakan WISE, para peneliti telah menemukan 16 asteroid asing yang beredar dekat orbit Bumi. Dari semuanya, 55 persen memantulkan kurang dari sepersepuluh cahaya Matahari, sehingga asteroid itu sulit terlihat menggunakan teleskop biasa. Salah satu asteroid bahkan segelap aspal segar dan memantulkan kurang dari 5 persen cahaya yang diterimanya.

Kebanyakan asteroid ini memiliki orbit yang miring dibanding orbit-orbit sebagian besar planet dan asteroid lain. Artinya pengamatan teleskop jarang menjumpai batu-batu angkasa ini karena berada di luar bidang pengamatan.

Untunglah benda-benda itu tetap memancarkan radiasi inframerah karena mereka menyerap banyak cahaya Matahari. Hal ini membuat WISE mampu melihatnya. "Sangat baik bahwa kami akhirnya bisa menemukan asteroid dan komet gelap," ujar peneliti Amy Mainzer dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, Kamis lalu dalam konferensi di Houston, Texas.

WISE sendiri diharapkan bisa menemukan seribuan obyek yang berada di dekat Bumi. Jumlah itu terhitung sedikit karena para astronom menduga benda-benda dengan massa cukup besar yang bisa membahayakan Bumi jumlahnya puluhan ribu.


sumber : http://sains.kompas.com/read/2010/03/07/22185494/Asteroid.Gelap.Mengancam.Bumi

Senin, 19 April 2010

6 Kesalahan Fatal Facebooker

Menurut survey, 30% perusahaan menggunakan Facebook untuk menilai calon pegawainya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account Anda. Hindari 6 kesalahan fatal di bawah ini.

1. Foto profil yang kurang "sopan"
Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan Anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh calon atasan, imej profesional Anda akan langsung runtuh.

2. Mengeluh tentang pekerjaan
Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika Anda melakukannya di forum publik, lain lagi ceritanya.

3. Menulis sesuatu yang bertentangan dengan isi CV
Anda menulis 1984 sebagai tahun lahir Anda di dalam CV. Tapi di Facebook, tahun lahir Anda 1979. Sekecil apapun perbedaan data diri tersebut, Anda beresiko dicap tidak jujur. Minimal ceroboh dan tidak teliti.

4. Menulis status "mengadu"
Hati-hati saat menulis status seperti, "Tommy nggak masuk hari ini karena "sakit", padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk." Bukan hanya nama baik teman Anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas Anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

5. Tidak menggunakan fasilitas Privacy Setting
Kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dsb. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

6. Pencemaran nama baik
Anda sudah menjaga halaman Facebook Anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto Anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag Anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook Anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan.

Ditemukannya Dinosaurus Lapis Baja


Sepasang suami istri paleontolog telah menemukan spesies baru dinosaurus yang hidup 112 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Montana. Uniknya, dinosaurus tersebut memiliki lapisan keras di kulitnya sehingga mirip kendaraan lapis baja.

Keduanya, Bill dan Kris Parsons, dari Buffalo Museum of Science, New York, menemukan tengkorak dino tersebut di lereng bukit di Montana tahun 1997. Mereka kemudian meneruskan pencarian dan penggalian hingga terkumpul fosil yang hampir lengkap, termasuk tengkorak dengan lapisan pelindungnya, potongan rusuk, tulang belakang, dan tulang kaki.

Hewan yang kemudian dinamai Tatankacephalus cooneyorum adalah sejenis ankylosaurus, dinosaurus pemakan tanaman yang tubuhnya ditutupi lapisan tulang. Lapisan itu mungkin berwarna, dan bahannya serupa kerapak kura-kura atau paruh burung.

"Mereka adalah dinosaurus besar yang berjalan dengan empat kaki dan berpelindung seperti tank Sherman," kata Bill Parsons tentang hewan yang panjangnya mencapai 4,5 hingga 6 meter itu.

Selain berlapis baja, dinosaurus ini dilengkapi juga dengan dua pasang tanduk lancip, satu di pipinya dan satu pasang lagi di sekitar matanya. Ia memiliki dua lapisan tebal di belakang kepala dan bagian yang keras di sekitar hidung.

Bill Parsons yakin, semasa hidupnya, T cooneyorum ditutupi ratusan atau ribuan keping lapisan keras, memiliki sirip keras di punggung, dan duri di bagian ekornya, serupa dengan ankylosaurus.

Untuk menghindari pemangsa, ankylosaurus mungkin merundukkan tubuhnya di tanah dan menarik kepalanya, sementara tanduk di kepalanya melindungi dari gigitan ke arah leher.

Adapun jenis yang ditemukan ini diduga merupakan jenis yang muncul setelah ankylosaurus yang lebih primitif dan ankylosaurus yang hadir kemudian dengan tanduk lebih besar dan bagian hidung lebih lengkung.

 sumber: http://sains.kompas.com/read/2009/10/31/14363412/Dinosaurus.Lapis.Baja.Ditemukan

Ditemukan, Jaring Laba-laba Tertua


Jaring halus laba-laba yang dibuat sekitar 140 juta tahun lalu ditemukan terawetkan dalam batu ambar. Jaring yang ditemukan di Sussex, Inggris, itu terawetkan saat getah damar menggenanginya sebelum mengeras dan membatu. Dalam batu yang sama ditemukan juga sisa tanaman, kotoran serangga, dan mikroba purba.

"Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami," ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10).

Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk simpul yang disambung menggunakan cairan lengket, menunjukkan bahwa jaring tersebut dibuat oleh laba-laba yang berkerabat dengan laba-laba kebun modern.

"Laba-laba ini juga meletakkan cairan lengket di sepanjang jaringnya untuk memerangkap mangsa mereka," kata Brasier. "Sisa-sisa cairan lengket itu ikut terawetkan dalam batu ambar.

Analisis mengenai jaring tersebut juga memberi petunjuk tentang makanan laba-laba. Saya kira, berdasar bentuk jaringnya, hewan ini memangsa serangga terbang, seperti lalat dan nenek moyang lebah, tawon, serta kumbang," kata Brasier.

Tahun 2006, para peneliti menemukan jaring laba-laba yang juga terawetkan dalam batu ambar. Usianya sekitar 136 juta tahun.


sumber:  http://sains.kompas.com/read/2009/10/31/10261026/Ditemukan..Jaring.Laba.laba.Tertua

11 Spesies Baru Biota Laut


Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam Indonesia (LIPI), Suharsono, di Jakarta, Senin (19/4/2010), memperkenalkan 11 nama spesies biota laut baru yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kepala Burung Papua Barat. 

Kesebelas spesies baru tersebut adalah Hemiscyllium galei, atau hiu berjalan yang tampak seperti hiu kecil dengan warna bentol-bentol seperti tokek yang berjalan di dasar lautan. Ikan tersebut ditemukan oleh peneliti Australia, Allen dan Unmack pada 2008 dan namanya diambil dari nama Jeffrey Gale. 
Hemiscyllium henryi, sejenis hiu berjalan yang mirip dengan Hemiscyllium galei namun berbeda bentuk corak dan warnanya dengan H.galei. Hiu berjalan tersebut ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Wolcott Henry. 
Melanotaenia synergos yang ditemukan Allen dan Unmarck pada 2008 yang namanya diambil dari nama Synergos Institute. Corythoichthys benedetto, sejenis kuda laut yang tampak seperti buaya yang sangat ramping. Ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama mantan perdana menteri Italia, Benedetto Craxi. 
Pterois andover yang sejenis pterois berwarna merah yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Sindhuchajana Sulistyo. Pseudanthias charlenae, ikan kecil berwarna merah muda cerah yang namanya diambil dari nama Pangeran Monaco, Albert II.
Pictichromus caitlinae sejenis ikan kecil berwarna cerah yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Caitlin Elizabeth Samuel, sebagai hadiah ulang tahun Caitlin dari orangtuanya, Kim Samuel Johnson. 
Pseudochromus jace ikan kecil unik yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya merupakan singkatan dari nama Jonathan, Alex, Charlie, dan Emily, yang merupakan keempat anak Lisa dan Michael Anderson. 
Chrysiptera giti, ikan kecil yang tampak berduri ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama perusahaan yang dimiliki Enki Tan dan Cherie Nursalim, yakni perusahaan GITI.
Paracheilinus nursalim, yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Sjamsul dan Itjih Nursalim.

Pterocaesio monikae diambil dari nama Lady Monica Bacardi

Kesebelas nama spesies tersebut diberikan oleh para pemenang lelang dalam pelelangan "Blue Auction" yang digelar di Monaco. Disampaikan Suharsono, hasil lelang tersebut akan digunakan untuk memajukan ilmu penamaan spesies atau taksonomi di Indonesia. Penemuan spesies baru tersebut merupakan kerjasama LIPI dengan Conservation Internasional.
  
11 spesies baru yang ditemukan di Raja Ampat (dari atas, kiri ke kanan) masing-masing Pterois andover, Pterocaesio monikae, Pseudochromis jace, Pseudanthias charlenae, Pictichromus caitlinae, Melanotaenia synergos, Chrysiptera giti, Paracheilinus nursalim, Hemiscyllium galei, Corythoichthys benedetto, dan Hemiscyllium henryi.

sumber: http://sains.kompas.com/read/2010/04/19/13540514/Inilah.11.Spesies.Baru.Biota.Laut.

Ditemukannya Megalit Mirip Orang Salat di Kota Pagaralam

Pagaralam, Sumsel (ANTARA News) - Batu megalit berupa seorang laki-laki seperti sedang salat, ditemukan di areal persawahan Dusun Selibar, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Minggu.

"Batu megalit yang berukuran tinggi sekitar 30 cm, dengan lebar 40 cm, dengan lokasi ditemukan berjarak 1 km dari Dusun Selibar dan berada di tengah sawah dengan kondisi sebagian sudah tertimbun tanah," kata Wimsi, warga setempat.

Ia mengatakan, patung batu itu berbentuk seorang laki-laki duduk seperti sedang melakukan shalat dengan mengarah posisi mukanya ke puncak Gunung Dempo dan matahari terbenam.

"Saat ditemukan, kondisi permukaan batu sudah banyak tertimbun tanah, dan hanya sebagian kecil saja masih terlihat," katanya

Wimsi mengatakan, batu itu hanya beberapa cm saja muncul ke permukaan tanah, tapi guratan wajah dan bagian kepala masih dapat terlihat dengan jelas.

"Kami mengetahui jika batu ini merupakan peninggalan nenek moyang, kebetulan waktu itu ada seseorang bermimpi menceritakan ada kekuatan pada batu tersebut. Namun baru berencana akan mengambilnya, seseorang tersebut sudah jatuh sakit hingga hampir meninggal dunia. Setelah kejadian itulah, warga Dusun Selibar termasuk pemilik sawah tidak berani mengganggu batu tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, warga sekitar tempat ini mengatakan batu manusia sedang salat selain terlihat seperti orang sedang duduk tahiyat, Arahnya juga ke kiblat.

Konon, lanjut Wimpi, orang yang mau memindahkannya langsung sakit,

Ketua Tim Balai Arkeologi Palembang, Sumsel, Kristantina Indriastuti, didampingi petugas kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi dengan wilayah kerja Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai, mengatakan sebetulnya walaupun warga setempat mengatakan mirip orang sedang salat, batu itu merupakan arca menhir yang sudah berumur sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi (SM).

"Kami sudah melihat mulai dari bentuk dan kondisinya memang arca menhir, jadi bukan patung orang salat seperti yang dikatakan warga setempat. Apalagi pada waktu itu kehidupannya masih belum mengenal agama seperti sekarang, sehingga tidak mungkin menggambarkan seseorang sedang salat, kemudian di sekitar lokasi juga terdapat tetralith dan tempat persembahan," kata dia pula.



sumber: http://www.antaranews.com/berita/1271583170/warga-temukan-megalit-mirip-orang-salat

Sabtu, 10 April 2010

Bir Unik Dari Luar Angkasa




Perusahaan Jepang Sapporo Breweries menawarkan bir unik. Bir Space Barley itu menggunakan gandum yang tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Space barley yang digunakan untuk membuat bir ini adalah generasi keempat dan disimpan di ruang angkasa selama

lima bulan pada 2006.





Proyek itu sebagai bagian dari penelitian kolaboratif dengan Rusia Academy of Sciences dan Okayama universitas dengan tujuan untuk mencapai swasembada pangan di ruang angkasa.





Sapporo hanya menyediakan 250 kotak, masing-masing dengan enam botol 330ml. Bir itu dijual US$ 113 masing-masing, namun harus ikut lotre di halaman Barley Space untuk mendapatkannya.



 sumber :http://keunikan-dunia.blogspot.com/2010/04/jepang-tawarkan-bir-unik-dari-luar.html

Jumat, 09 April 2010

Asteroid Gelap Mengancam Bumi


Sebuah teleskop inframerah telah menemukan beberapa asteroid amat gelap yang beredar di sekitar orbit Bumi tanpa terlihat. Kegelapan dan bidang orbit yang miring membuat benda-benda angkasa itu terlewat dalam pencarian obyek yang mungkin menghantam Bumi.

Obyek-obyek gelap itu baru terlihat setelah dicari menggunakan teleskop NASA yang bernama Wide-Field Infrared Survey Explorer (WISE). Teleskop yang diluncurkan 14 Desember lalu itu difungsikan untuk memetakan langit dalam cahaya inframerah.

Nah dalam pengamatan selama enam minggu menggunakan WISE, para peneliti telah menemukan 16 asteroid asing yang beredar dekat orbit Bumi. Dari semuanya, 55 persen memantulkan kurang dari sepersepuluh cahaya Matahari, sehingga asteroid itu sulit terlihat menggunakan teleskop biasa. Salah satu asteroid bahkan segelap aspal segar dan memantulkan kurang dari 5 persen cahaya yang diterimanya.

Kebanyakan asteroid ini memiliki orbit yang miring dibanding orbit-orbit sebagian besar planet dan asteroid lain. Artinya pengamatan teleskop jarang menjumpai batu-batu angkasa ini karena berada di luar bidang pengamatan.

Untunglah benda-benda itu tetap memancarkan radiasi inframerah karena mereka menyerap banyak cahaya Matahari. Hal ini membuat WISE mampu melihatnya. "Sangat baik bahwa kami akhirnya bisa menemukan asteroid dan komet gelap," ujar peneliti Amy Mainzer dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, Kamis lalu dalam konferensi di Houston, Texas.

WISE sendiri diharapkan bisa menemukan seribuan obyek yang berada di dekat Bumi. Jumlah itu terhitung sedikit karena para astronom menduga benda-benda dengan massa cukup besar yang bisa membahayakan Bumi jumlahnya puluhan ribu.


sumber : http://sains.kompas.com/read/2010/03/07/22185494/Asteroid.Gelap.Mengancam.Bumi